TAMAN BACA AMIN, Baca dengan Kesejukan

Saya pernah mengungkapkan imajinasi nikmat membaca buku pada postingan dalam link ini. Menjelajah dunia maya, saya menemukan tempat yang menyerempet sesuai dengan imajinasi tersebut.

Tempatnya berada di Batu, Malang, yang terkenal dengan suasana yang sejuk di daerah pegunungan. Di sana terdapat taman baca Amin yang dimiliki oleh Jatim Park Group.

Gedung taman baca Amin ini pun lumayan unik dengan terdiri dari 21 gerbong truk kontainer yang dibagi menjadi empat ruangan yang dibedakan berdasarkan warna.

Tampilan taman baca Amin dari samping ketika pagi hari. Nama taman baca Amin begitu besar tertulis dan menjelaskann kalau di dalamnya ada taman baca dan poli gigi yang bisa dinikmati secara cuma-cuma.

Warna merah terdiri dari enam kontainer, warna kuning terdiri dari empat kontainner, warna biru terdiri dari delapan kontainer, dan warna hijau terdiri dari tiga kontainer.

Terdiri dari tiga lantai, selain taman baca, di sini juga ada poli gigi yang berada di lantai pertama.

Dari setiap kontainer itu pun memiliki jalur penghubung dengan desain ruang terbuka. Walaupun terbuka, masih ada atap biar melindungi dari hujan atau panas matahari, lalu di koridor penghubung ini juga ada kursi dan meja yang bisa dijadikan tempat membaca sambil menikmati hawa segar kota Batu.

Dengan warna cat yang menarik perhatian membuat kontainer bekas itu menjadi desain yang unik bila dilihat dari luar. Di dalamnya, susana cukup bersih dan alas lantai menggunakan karpet.

Taman Baca Amin dibuka sampai pukul 21:00 WIB, ketika malam ada perpaduan warna lampu yang memperindah arsitektur dari taman baca yang dibuat untuk memberikan fasilitas hiburan gratis kepada masyarakat menengah ke bawah.

Dari berbagai sumber, taman baca Amin ini buka dari pukul 14:00 WIB sampai 21:00 WIB. Untuk masuk dan menikmati bacaan di dalamnya pun tidak ada biaya yang harus dikeluarkan, alias gratis.

Nah, suasana malam sambil membaca buku di sini disebut cukup menarik. Pasalnya, suasana akan lebih semarak dengan pertemuan gemerlap cahaya lampu dan material bangunan kian memberikan kesar futuristik pada eksterior bangunan.

Secara historis, taman baca Amin ini didirikan pada 30 November 2008 atau sudah berumur sembilan tahun.

Lalu, Amin dipilih sebagai nama taman bacaan itu dengan filosofi mengambil nama salah satu sesepuh di Jatim Park. Selain itu, Amin berarti juga doa dalam kebaikan, di mana setiap berdoa selalu menyebut kata tersebut.

Berbagai desain itu pun dirancang oleh konsultan arsitektur Dpavilion. Gedung yang mayoritas dibentuk dari kontainer bekas ini memiliki filosofi kalau masyarakat menengah ke bawah masih memiliki hal untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan di tengah era industrialisasi.

Kontainer disebut sebagai simbol sarana untuk distribusi hasil dari sesuatu. Perancangan desain gedung itu pun menyeleraskan konsep interior dengan eksterior.

Koleksi Buku

Sementara itu, untuk koleksi buku dari taman baca dengan desain arsitektur yang unik ini pun cukup banyak. Dari beberapa sumber disebutkan total koleksi bahan pustaka kurang lebih sekitar 10.000 eksemplar, dengan rincian perbandingan koleksi fiksi dengan nonfiksi 60:40.

Semua koleksi itu pun ditempatkan sesuai kategori yang juga disesuaikan dengan warna kontainer.

Salah satu bagian ruang baca taman baca Amin yang langsung menghadap ke pemandanngan pedesaan di kota Batu, Malang.

Pada kontainer biru ini kumpulan dari buku nonfiksi dengan kategori pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop, manajemen, politik, psikologi, manusia, agama, kebudayaan, dan teknologi lingkungan.

Untuk kontainer kuning menyimpan koleksi resep aneka masakan dan minuman, seperti resep aneka kue, buku penunjang gizi balita. Pada kontainer merah terdapat koleksi kamus, komputer, ensiklopedia, ilmu alam, psikologi, ilmu sosial, bahasa, sejarah, dan kesusastraan.

Untuk ruang baca anak terdapat koleksi buku cerita, dongeng, buku penunjang pelajaran, komik, dan kegiatan menggambar, sampai story telling.

Walaupun sebenarnya, taman baca Amin ditunjukkan kepada masyarakat menengah ke bawah, tetapi kalau lagi main jauh-jauh ke Batu, Malang, kayaknya bisa dikunjungi untuk menikmati arsitekturnya serta koleksi bukunya juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *