MILKOE BISTREAU, Berakhir Pekan dengan Buku

Tempat makan yang menyediakan bahan bacaan memang sedang menjadi tren selama beberapa waktu  ke belakang. Selain, punya misi menambah minat baca, dengan menyediakan bacaan di tempat makan, setidaknya pengunjung bisa melepas gawainya sejenak.

Salah satu tempat makan atau cafe yang menyediakan bahan bacaan adalah Milkoe  Bistreau, berada  di kawasan Serpong, Tangerang, Banten. Posisinya tepat di seberang rumah sakit Eka Hospital.

Milkoe tampak depan, lokasinya berada di deretan ruko tepat depan Eka Hospital, Serpong

Tempat makan yang menyediakan bahan bacaan ini bisa dibilang  cukup sederhana, tidak terlalu megah. Kalau saya tidak salah hanya terdapat delapan kursi yang enam diantaranya bisa ditempati normal untuk empat orang, sedangkan tiga sisannya bagi pengunjunng  yang berduaan atau sendirian.

Kemarin, Sabtu (19/8/2017), ketika mengunjungi tempat itu pada siang hari, mayoritas yang datang cenderung keluarga. Dari lima pengunjung selama membaca buku di  sana, empat  diantaranya keluarga yang masih memiliki anak kecil.

Kalau dilihat dari  fasilitas  yang ditawarkan, Milkoe  juga cocok untuk mengajak anak-anak bermain. Pasalnya, selain menawarkan  bahan bacaan, termasuk bacaan untuk anak-anak, Milkoe juga menawarkan permainan papan atau lainnya yang bisa  dinikmati anak-anak.

Koleksi Buku

Kalau koleksi buku yang ditawarkan Milkoe tidak terlalu banyak karena rak bukunya pun hanya  ada satu yang tidak terlalu  padat diisi  buku. Malah lebih banyak hiasan dan mainan untuk anak-anak  juga.

Rak buku yang memanjang dari sudut dekat kasir sampai pintu keluar itu terdiri dari lima tingkat. Milkoe pun  menyediakan tangga yang terhubung dengan rak  bagi pengunjung yang mau mengambil buku di  tingkat yang paling tinggi.

Dari penelusuran kemarin, koleksi buku yang ditawarkan cukup beragam dari buku impor sampai  domestik. Temanya banyak, ada seri  pengetahuan umum, novel, sejarah, keilmuan lainnya, salah satunya psikologi.

Adapula beberapa komik, salah satunya Slam Dunk , tetapi yang versi Bahasa Inggris.

Saat di sana, saya pun memilih membaca buku terbitan kompas berjudul Maulwi  Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno. Awalnya, iseng saja mengambil buku itu karena dari beberapa judul yang dilihat kurang sesuai dengan selera.

Untuk kenyamanan, rasa-rasanya bisa dinilai delapan setengah dari sepuluh, karena dengan intensitas sepi dan anak-anak pun tidak terlalu  berisik. Ditambah alunan lagu yang santai membuat suasana untuk membaca  kian nyaman.

Penerangan yang tidak terlalu terang dan redup, serta interior ruangan juga membuat membaca cukup santai. Kursi-kursi yang ada pun seolah dipilih  untuk  pengunjung yang ingin mengemil sambil membaca.

Sementara  itu, untuk makanannya  cukup beragam dari western sampai yang Indonesia  banget. Namun, berhubung perut masih kenyang, kemarin saya  cicipi kentang goreng mozarella dengan saos  carbonara.

Dengan  harga  Rp35.000, saya rasa cukup pas,  walaupun kalau dilihat dari harga di menu memanng cenderung segmen kantong menengah, tetapi enggak terlalu atas-atas  banget sih.

Untuk minuman, saya memilih tea pot, minuman teh yang disimpan dalam poci seperti teko. Harga teh hangat dalam poci itu senilai  Rp20.000. Jadi, total  kemarin saya makan senilai Rp55.000 dengan durasi sekitar satu  setengah  jam.

Kalau untuk sekali-kali menikmati suasana akhir pekan sambil menikmati bacaan yang tersedia, Milkoe bisa menjadi pilihan yang tepat  sih. [SRY]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *